Blogger templates

Jumat, 29 Juli 2016

Posted by Unknown in , , , , , , | 11.09 No comments

"Memahani bagaimana memengaruhi otak, dapat meningkatkan intensitas hubungan seksual dan kesehatan Anda." kata Barry R. Komisaruk, PhD, profesor psikologi dari Rutgers University di Newark, New Jersey.

Penelitian mengenai pengaruh seks terhadap otak bisa dibilang tidak mudah untuk dipelajari. Pasalnya, subjek dalam penelitian ini mungkin harus masturasi dalam mesin MRI.

Meski begitu, para ilmuwan telah berhasil menyikap sedikit misteri, berikut beberapa diantaranya.

1. Seks seperti obat
Seks membuat kita merasa nyaman. Itu sebabnya kita mengiginkannya, menyukainya, dan menghabiskan begitu banyak waktu melakukannya bersama pasangan.

Kesenangan yang kita dapatkan dari seks sebagian besar disebabkan oleh pelepasan dopamin, yaitu suatu neurotransmitter yang mengaktifkan pusat reward otak.
Dopamin juga merupakan salah satu bahan kimia yang bertanggung jawab dalam membuat orang kecanduan obat-obat terlarang.

"Memakai kokain dan berhubungan seks tidak persis sama, tetapi keduannya melibatkan daerah yang sama serta daerah otak yang berbeda," kata Timothy Fong, MD, profesor psikiatri dari UCLA David Geffen School of Medicine.

Kafein, nikotin, dan cokelat juga menggelitik pusat reward, kata komisaruk.

2. Seks sebagai antidepresan
Sebuah studi di tahun 2002 dari University at Albany mengatakan bahwa dari 300 perempuan yang melakukan hubungan seks tanpa kondom memiliki gejala depresi lebih sedikit dibandingkan perrempuan yang tidak menggunakan kondom.

Para peneliti berhipotesis, bahwa berbagai senyawa dalam air mani, termasuk esterogen dan prostagladin, memiliki sifat antidepresan, yang kemudian diserapa ke dalam tubuh setelah berhubungan seks. Namun, ini tak berlaku jika ada penggunaan kondom.

Ini adalah berita bagus bagi pasangan yang sudah menikah. Sedangkan, bagi Anda yang belum menikah, ada baikya untuk tetap menggunakan kondom.

Ini adalah berita bagus bagi pasangan yang sudah menikah. Sedangkan, bagi pasangan yang belum menikah, ada baiknya untuk tetap mengunakan kondom.

Pasalnya, ada cara lain untuk meningkatkan suasana hati, tapi ada cara lain untuk mencegah penyakit seksual menular.

3. Seks kadang membuat depresi
Awalnya, saat berhubungan seks mungkin terasa menyenangkan, Tapi setelahnya? Dalam sebuah penelitian, sekitar sepertiga dari wanita yang berpartisipasi dilaporkan mengalami kesedihan usai berhubungan seks. Mungkin diakibatkan adanya penyesalan atau perasaan dipaksa. Hingga saat ini, peneliti tidak dapat menjelaskannya secara pasti.

4. Seks mengurangi rasa sakit
Jangan melewatkan seks ketika Anda memiliki sakit kepala. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan perbuatan bisa meringankan gejala Anda.

Tahun 2013 lalu, sebuah penelitian di Jerman mengungkapkan bahwa 60% dari peserta yang memiliki migrain dan 30% dari penderita cluster sakit kepala yang berhubungan seks selama sakit kepala dilaporkan merasa terbantu secara parsial atau total.

Penelitian lain menemukan bahwa wanita yang diransang area G spotnya memiliki peningkatan yang telah melakukan penelitian pada topik ini.

Whipple tidak belajar mengapa ini bisa terjadi, namun para peneliti lain mengaitkan efeknya dengan oksitosin. Hormon yang membantu tumbuhnya ikatan kuat antara ibu dan bayi dan yang juga memiliki sifat menghilangkan nyeri.

5. Seks dapat menghapus memori
Setiap tahun, sekitar 7 dari 100.000 orang mengalai " amnesia transient global". Yakni, ketika seseorang secara tiba-tiba kehiangan memori sementara waktu, yang tidak dapat dikaitakan dengan kondisi neurologis lainnya.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh seks yang kuat, serta stress emosional, rasa sakit, cedera kepala ringan, dan prosedur medis.

Kondisi lupa yang berlangsung beberapa menit atau beberapa jam tidak dapat membentuk kenangan baru untuk mengingat peristiwa yang baru terjadi. Untungnya, kondisi ini tidak membawa efek jangka panjang.

6. Seks meningkatkan memori Anda
Sebuah studi ditahun 2010 menemukan bahwa, dibandingkan dengan tikus yang diizinkan one-night stand, hewan pengerat yang terlibat dalam seks "kronis" (sekali sehari selama 14 hari berturut-turut) lebih banyak menumbuhkan neuron di hippocampus, suatu wilayah otak yang berhubungan dengan ingatan.

Temuan itu didukung oleh penelitian kedua, juga pada tikus. Penelitian ini masih harus dilanjutkan untuk melihat apakah seks teratur juga memiliki efek yang sama pada manusaia atau tidak.

7. Seks menenangkan
Penelitian yang sama juga menemukan, bahwa tikus yang sering berhubungan seks dapat mengurangi stres. Hal yang sama juga berlaku untuk manusia.

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang baru saja melakukan hubungan seks memiliki tanggapan yang lebih baik untuk situasu stress sepertu berbicara di depan umum daripada orang yang tidak, atau yang terlibat dalam jenis aktivitas seksual.

Bagaimana seks mengurangi stress? Dalam hal ini, dengan menurunkan tekanan darah.

8. Seks membuat Anda mengantuk
Seks lebih mungkin membuat pria mengantuk daripada perempuan. Menurut peneliti, bagian dari otak dikenal sebagai prefrontal cortex winds mengalami penutunan setelah ejakulasi, bersamaan dengan melepaskan oksitosin dan serotonim.

Sejumlah uraian dan kajian mengatakan bahwa tantangan wanita menikmati tahap klimaks bercinta adalah masalah emosional.

Namun, menurut studi terbaru, gagal orgasme pada wanita disebabkan posisi bercinta yang paling tidak tepat.

Singkatnya, studi menyimpulkan bahwa posisi bercinta yang tidak akrobatik dan tidak variatif justru yang paling efektif dalam memuaskan wanita saat sesi intimasi.

Posisi bercinta apakah yang dimaksud?

Menurut studi Mayo Clinic dan Indiana University School of Medicine yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Anatomy, kemampuan wanita merasakan orgasme terkait dengan anatomi.

"Pengalaman seksual selalu dikaitkan berdasarkan pengalaman dan jam terbang," ujar sang ketua, Dr Elizabeth Emhardt.

"Bagaimana bila varidasi dalam anatomi seksual yang sebenarnya mengendalikan kepuasan bercinta, dan kita sama sekali tidak bisa mengaturnya seperti yang kita piki?" imbuhnya.

Para peneliti mempelajari hasil studi sebelumya mengenai hubungan antara seks dan neuroanatomi. Mereka ingin mencari jawaban mengapa banyak pasangan yang sulit merasakan orgasme, sedangkan pasangan lain lebih mudah merasakannya.

Kemampuan orgasme pria, kunci sukses wanita merasakan orgasme sangt berkaitan dengan anatomi fisik, terutama dengan migrasi gerakan dan sentihan dari area kritoris.

Artinya, ketika klitoris mendapatkan sentuhan dan eksplorasi yang tepat, maka kemungkinan wanita merasakan orgasme sangat tinggi.

Oleh karena itu, Dr Emhardt menyarankan, Anda dan suami bercinta dengan posisi seks yang paling banyak memberikan stimulasi pada dinding vagina bagian depan atau sekitar klitoris.

Jadi, posisi misionaris adalah posisi yang paling tepat dan sempurna untuk mengubah malam panjang Anda menjadi lebih fantastis sekaligus penuh gairah.

Hasil penelitian ini juga diperoleh dari referensi studi di Eropa mengenai orgasme pada wanita. Para peneliti mengamati hasil MRI pasangan setelah berhubungan seksual.

Ternyata, beberapa posisi seks yang sederhana, seperti misionaris, sangat produktif dalam menstimulasi dinding vagina mengirimkan getaran kenikmatan menuju otak Anda.

Kemudian, hasil penelitian juga menyebutkan bahwa posisi doggy style adalah posisi paling tidak efektif untuk meraih orgasme. Sebab, gerakan dan sentuhan dari penis berada terlalu jauh dari dinding depan vagina.

Kamis, 28 Juli 2016

Posted by Unknown in , , , , , , , , | 12.52 No comments

Bicara soal cinta antara suami istri, terkasang momen bercinta lebih menguntungkan ssatu pihak ketimbang pihak lainnya.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pria cenderung lebih mudah mencapai klimaks atau orgasme, dibandingkan wanita.

Padahal, bercinta hingga orgasme memberikan sejumlah manfaat positif bagi tubuh dan pikiran wanita.

Mikaya Heart, penulis The Ultimate Guide to Orgasme for Women : How to Become Orgasmic for a Lifetime, menguraikan lima alasan mengapa orgasme memberikan banyak keuntungan.

Pembakar Kalori terbaik
Apakah ada cara melangsingkan tubuh lainnya yang lebih menyenanagkan dari bercinta hingga klimaks dengan suami tersayang?
Menurut Heart, bercinta penuh gairah selama satu setengah jam dapat membakar 150 kalori. Namun, jika anda bercinta hingga orgasme, maka kalori yang terbakar lebih banyak.
"Seks adalah latihan terbaik. Seks menguatkan otot di seluruh bagian tubuh Anda," sebut Hearts.

Emosi lebih stabil
Pernakah Anda merasa ingin tertawa dan menangis usai meraskan orgasme? "Energi yang terkuras saat bercinta hingga merasakan orgasme, membersihkan tubuh dari segala emosional terpendam,"ujarnya.
Efek orgasme pada keseimbangan emosi, kata Heart, merupakan hal natural yang melancarkan segala perasaan tertahan dalam hari Anda.
Efek ogasme pada keseimbangan emosi, kata Herat, merupakan kata natural yang melancarkan segala perasaan tertahan dalam hati Anda.

Penangkal Stress
Sejumlah wanita mengaku, mereka meraskan pikiran dan hati lebih tenang sesuda merasakan orgasme. Hal ini karena pelepasan horon bahagia di seluruh tubuh membantu pikiran lebih stabil dan meredakan stress.
"Orgasme atau klimaks bercinta melancarkan residu ketegangan emosi yang merupakan jika terus tersimpan dalam pikiran," terangnya.

Cinta pada tubuh sendiri
"Orgasme membuat Anda jadi lebih mencintai tubuh sendiri," imbuhnya.
"Tubuh kita menyukai sensasi orgasme. Nah, untuk mendapatkannya, kita harus mempercayai tubuh sendiri untuk melakukan hal yang membuat nyaman dan benar."ujarmya.

Hubungan lebih langgeng
Kala bercinta hingga mencapai orgasme, makan Anda akan merasa hubungan dengan suami lebih kuat dan semakin dalam.
"Ini adalah cara untuk menjadikan hubungan yang lebih segar, membuat Anda dan pasangan merasa lebih membutuhkan sertal lebih saling cinta,"terangya.

Mengapa orgasme sangat penting dalam kehidupan pernikahan? Anda mungkin menganggap seks hanya sebagai rutinitas tanpa memikirkan apakah itu membahagiakan atau membosankan.

Pemikiran seperti itulah yang membuat pernikahan acap kali berjalan menoton sehingga menimbulkan rasa jenuh.

Tahukah Anda, persolan orgasme ini paling mempengaruhi kehidupan pria, terutama ketika mereka merasakan bahwa istri tidak pernah merasakan nikmatnya puncak bercinta.

Kesulitan mencapai orgasme terjadi karena ragam penyebab, mulai dari persoalan medis dan psikologis.

Namun, menurut Ian Kerner, PhD dan penulis She Comes First, mengatakan gagal orgasme bisa dikarenakan masalah anatomi.

Kerner menyebitkan, lebih kurang 80 persen wanita sulit orgasme karena teknik intercourse yang salah dan membutuhkan stimulasi langsung di area klitoris.

Kemudain, seorang pakar seks, Betty Dodson, penulis Sex For One, menjelaskan bahwa sangat penting bagi seorang wanita untuk mengenali bagian intim diri sendiri dan tahu apa yang membuat mereka lebih menikmati sesi bercinta.


Kedua pakar seks tersebut un memberikan kiat untuk pasangan suami istri mengobarkan sensai bercinta sepanjang malam agar bersama-sama merasa bahagia :

1. Bereksperimen dengan ragam posisi.
2. Berani mencoba varisasi baru.
3. Jangan hanya memberikan sinyal. Berkomunikasilah mengenai kebutuhan seksual bersama suami. Jangan mengharapkan suami atau istri bisa membaca pikiran Anda.
4. Belajar rileks. Jangan membebani diri saat bercinta.
5. Jangan memalsukan orgasme.
6. Anda bisa menggunakan "tamu" berupa sex toys atau hal-hal seksi lainnya.
7. Jika tidak ada satu pun yang berhasil. berarti ini tandanya Anda dan suami harus berkonsultasi dengan terapis seks atau psikolog.

Rabu, 27 Juli 2016

Posted by Unknown in , , , , | 09.53 No comments

Kondom moderen sudah ada sekitar 150 tahun. Di apoteker atau mini market alat kontrasepsi ini dapat dibeli dengan harga cukup murah.

Ada juga "kondom" mahal, Calactic Cap seharga $25. Alat ini diciptakan oleh seseorang bernama Charlie Powell dan didanai oleh kampanye Indiegogo berda $100.000.

Alat yang belum disetujui FDA itu, memakai film dengan polyurethane yang telah disetujui badan obat dan makanan di AS. Alat itu mirip plester yang ditaruh di ujung penis (seperti yang bisa dilakukan ketika memakai plester penyembuh luka di kulit).

Itu artinya, bakal ada banyak kulit sensitif yang terbuka. Hal itu juga berarti si pria bakal merasakan semua sensasi dan kesenangan dari seks yang sedang dilakukan. Alat itu juga memiliki lubang kecil di lapisan pertama plastik yang menangkap semen dan menjaganya agar tidak bocor.

Kelihatannya menjanjikan, tetapi apakah itu akan berguna untuk seks yang aman?

"Tanpa benar-benar melihat mekanismenya, sulit menyebut alat kontrasepsi itu bekerja dengan baik," ujar Patti Britton, PhD, ahli seksologi klinis dan penyidik seksualitas.

"Apakah ada kebocoran? Itulah yang kami khawatirkan, apakah ada kebocoran cairan yang dapat menyebabkan kehamilan, penyakit menular seksual atau penularan HIV," katanya.

Tetapi jika memang bekerja seperti yang digambarkan, Britton mengatakan alat kontrasepsi itu berdisain cerdas. "Alat itu merekat sendiri, jadi secara teoritis produk ini lebih aman," lanjutnya.

Kendati menjanjikan, harganya mahal. Juga tampaknya alt itu seperti alat kesehatan. Menurut Britton, sulit juga menyebut dari ilustrasi bahwa alat itu menutupi frenulum, bagian paling lembut dari penis.

Kondom jenis lama toh masih dapat diandalkan, karena murah dan efektif 98 mencegah kehamilan ketika digunakan dengan benar.

"Ditambah lagi, kondom juga dapat memberikan seks yang menyenangkan sepanjang si pria membeli kondom yang pas ukurannya," sebut Mellisa White, pendiri dan CEO Lucky Bloke, salah satu merek kondom.


Bicara soal seks, hampir semua pria menjawab aktivitas seksual adalah kegiatan yang menyenangkan. Sebaliknya dengan wanita, sebagian hanya menganggap seks sebagai kewajiban walau mereka sebenarnya tidak menikmatinya.

Alasan mengapa wanita tidak menikmati seks sangat rumit dan berbeda tiap wanita. Ada yang karena alasan fisik, psikologis, atau gabungan keduanya.

Padahal, semakin jarang pasangan melakukan hubungan seksual, mereka akan semakin merasa terisolasi dan hubungan cenderung jadi dingin. Oleh karena itulah penting untuk tidak menganggap remeh aktivitas seks.

Ada lima alsan utama mengapa seorang wanita tidak lagi menikmati hubungan intim dengan pasangannya.

1. Libiho rendah. Penyebabnya beragam, mulai dari penggunaan pil kontrasepsi, depresi, kurang tidur, monopause, hingga gangguan hormoral.

2. Nyeri bersenggama. Seks yang bisasanya menyenangkan, justru menimbulkan rasa nyeri. Pemicunya adalah karena gangguan hormoral menjelang masa monopause, sehingga menyebabkan sindrom rasa terbakar di vagina. Pemanasan (foreplay) yang kurang juga dapat membuat vagina kering sehingga penetrasi menjadi hal yang menyakitkan.

3. Kesulitan teransang. Gangguan ini bisa terjadi di area genital atau masalah di otak. Selain karena hubungan dengan pasangan yang mungkin kurang hangat, stres, atau sekali lagi karena gangguan hormon.
Berbeda dengan pria, wanita memerlukan rangsangan seks yang berbeda. Selain butuh waktu yang cukup dalam pemanasan, wanita juga harus rileks agar bisa menikmati seks.

4. Menghindari seks. Seringkali penyebabnya adalah trauma akibat kekerasan seksual yang pernah dialami. Pengalaman masa kecil saat melihat hubungan antara ayah dan ibunya yang kurang juga berpengaruh pada hasrat seksual seseorang saat dewasa.

5. Sulit orgasme. Hampir 20 persen wanita tidak pernah merasakan orgasme, terapi kebanyakan wanita perlu waktu lebih lama untuk mencapai kepuasan. Diperlukan komunikasi yang terbuka dan setara dengan suami untuk membicarakan apa yang disukai dan tidak di atas tempat tidur.

Perlu dipahami pula bahwa tak semua hubungan seksual harus diakhiri dengan orgasme. Ini agar Anda tidak merasa dikerjar target sehingga justru tidak menikmati seks. Nikmati saja aktivitas seksual dengan pasangan.

Tak dipungkiri bahwa hubungan seksual yang hangat merupakan kunci kebahagiaan suami istri. Walau begitu, ternyata frekuensi bercinta yang tinggi selalu berbanding lurus dengan bahagia.

Dalam penelitian, para pasangan suami istri yang diminta menggandakan frekuensi bercinta mereka justru merasa tidak bahagia dan kepuasan bercinta mereka berkurang.

Padahal, beberapa penelitian sebelumya menyimpulkan bahwa seks memicu rasa bahagia, terlebih jika dilakukan lebih sering.

Menurut Michael Castleman, seksolog, banyak orang yang tertarik pada frekuensi bercinta, bahkan suka membandingkannya dengan pasangan lain.

Frekuensi bercinta tiap pasangan sangat bervariasi, ada yang tidak pernah melakukannya lagi, tapi ada juga setiap hari, tergantung pada banyak hal.

"Pasangan berusia kurang dari 40 tahun biasanya bercinta tiga sampai empat kali seminggu, sementara pasutri di atas 40 tahun melakukannya dua sampai tiga kali seminggu," kata Castleman.

Bila kita menggandakan frekuensinya, misalnya dari empat kali sebulan menjadi 6-8 kali, ini justru bisa membuat stres karena salah satunya harus menyeimbangkan dengan keinginan pasagannya.

Terlepas dari frekuensinya bercinta Anda dengan pasangan, para ahli seksologi menyarankan beberapa hal yang bisa meningkatkan kualitas bercinta.

-Menjadwalkan
Ada yang menganggap seks harus spontan dan saat kita sedang mood. Masalhnya, gairah seseorang tidak selalu sama dengan pasanganya. Untuk mencapai keseimbangan, disarankan agar suami dan istri menetapkan jadwal bersama. Membuat jadwal seks mungkin terkesan aneh pada awalnya, tetapi seiring waktu ini bisa menjadi cara mencegah konflik. Bahkan, bisa membuat gairah yang semula redup menjadi menyala kembali.

-Pemanasan
Jauh sebelum Anda dan pasangan melepas pakaian, buatlah kondisi yang membuat Anda berdua rileks. Misalnya, menyalakan lilin di kamar, ngobrol santai, memijat, dan hal-hal kecil yang membuat Anda berdua merasa dekat.

-Mandi
Mandi sendiri atau bersama sama pentingnya. Mandi bukan hanya membuat tubuh rileks tapi juga bersih, sehingga rasa percaya diri pun lebih tinggi.

-Kebalikan film porno
Dalam film porno. hampir 95 persen adalah seputar genital, dan sisanya melakukan ciuaman atau rayuan. Lakukan berlawanan dengan itu, karena hubungan seks terbalik melibatkan rasa senang, bahagia, dan intim, yang bisa diraih dengan tatapan mata, ciuman hangat, dan kata-kata mesra.

-Saling memberi dan menerima
Hanya 25 persen wanita yang mengalami orgasme saat penetrasi. Persentase itu bisa ditingkatkan jika Anda berdua saling membantu meraih orgasme. Bantu pasangan memahami gerakan yang disukai, misalnya lewat ungkapan atau erangan. Pasangan yang baik akan dengan cepat memahami bahasa tubuh Anda. klik disini

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter